Teman, aku ingin…

Teman tersayang,

Aku ingin kita sebagai Abu Bakar As-Siddiq

Persahabatan terjalin kerana Al-Khaliq

Harta di korban bukan sedikit

Cintakan kebenaran,sanggup bersakit

Serta tawakal Ibrahim mulia,

Ketika meninggalkan insan tercinta,

Di bumi tandus,tanpa bicara,

Menyakini Allah sebagai Penjaga,

Aku impikan antara kita seorang Umar,

Berdiri tatkala tunduknya manusia,

Bersuara tatkala diamnya mereka,

Menggerunkan musuh durjana,

Serta senyuman Syed Al-Qutb,

Ketika berhadapan dengan tali maut,

Akidah mantap tidak terrenggut,

Roh dakwahnya tidak surut,

Aku ingin kita seteguh Ibnu Zubbair,

Menahan penahan Hajjaj dengan rela,

Bersama dengan si ibu tua,

Lantas syahid rohnya ke syurga,

Marilah kita menyemai benih Hassan Al-Banna,

Fikrahnya jernih,menggegar dunia,

Merelakan tubuhnya di mamah peluru,

Demi menegakkan Kalam Allah Dan Rasul,

Aku cintakan pemuda Giffari,

Menentang kezaliman walaupun diancam,

Mogakan lahir di abad ini,

Jiwa itu pemuda yang tidak pernah suram,

Aku ingin kita sepemaaf Yusuf,

Tetap mencintai saudaranya,

Walaupun terhumban ke perigi Tua,

Terpisah dari Ayahanda bertahun lamanya,

Aku ingin pusara kita harum mewangi,

bagai harumnya pusara Masyitah,

Semerbak kasturi,

Aku ingin persahabatan ini,

Bisa menjadi syafaat,

Dimakahamah mahsyar nanti.

Fatimah Syarha

Comments

Popular posts from this blog

“For every matter there is an appointed time given.”

#zthoughtoftheday one extra

#zthoughtoftheday four